TARAKAN – SMP Negeri 3 Tarakan kembali menghidupkan program pengembangan literasi siswa setelah sempat mengalami kevakuman selama kurang lebih tiga tahun. Salah satu langkah yang dilakukan yakni mendorong peserta didik menghasilkan karya tulis hingga diterbitkan menjadi buku.
Kepala SMP Negeri 3 Tarakan, Tri Juniarto, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan bahwa kegiatan penerbitan karya siswa sebenarnya telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya, terutama melalui karya puisi dan buku.
Namun, aktivitas tersebut sempat terhenti selama beberapa tahun. Karena itu, pihak sekolah kini kembali mendorong para guru untuk memberikan ruang kreativitas dan pendampingan kepada siswa.
Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil melalui lahirnya lima hingga enam buku karya siswa yang disusun sepanjang 2026. Seluruh karya tersebut merupakan hasil kreativitas peserta didik dengan pendampingan guru Bahasa Indonesia.
Menurut Tri, pengembangan literasi menjadi salah satu hal penting yang perlu terus diperkuat di lingkungan sekolah. Tidak hanya kemampuan membaca dan menulis, siswa juga perlu diberikan kesempatan untuk menghasilkan karya nyata.
Ia berharap program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari budaya sekolah, sehingga kemampuan literasi dan numerasi peserta didik semakin berkembang.(*)













Discussion about this post