Tarakan – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) kembali mendukung pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat Tahun 2026 dengan mengerahkan KRI Ajak-653 untuk mendistribusikan uang rupiah layak edar ke wilayah kepulauan dan perbatasan di Kalimantan Utara.
Komandan Koarmada II yang diwakili Komandan Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Koarmada II, Laksamana Pertama TNI Sumarji Bimoaji, mengatakan dukungan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, guna memastikan ketersediaan uang rupiah di seluruh wilayah Indonesia.
Menurutnya, kondisi geografis Kalimantan Utara yang didominasi wilayah kepulauan dan perairan menjadi tantangan tersendiri dalam pendistribusian uang rupiah. Karena itu, TNI AL mengerahkan unsur kapal perang yang dinilai mampu menjalankan misi tersebut secara optimal.
“Kami mengerahkan KRI Ajak-653 yang merupakan salah satu kapal cepat torpedo di jajaran Satuan Kapal Cepat Koarmada II. Kapal ini memiliki stabilitas yang sangat baik sehingga mampu mendukung pendistribusian uang rupiah layak edar ke wilayah-wilayah terpencil,” ujar Laksamana Pertama TNI Sumarji Bimoaji.
Sebelum pelayaran, pihaknya juga telah melakukan pengecekan terhadap prakiraan cuaca. Berdasarkan hasil pemantauan, kondisi cuaca selama pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 diperkirakan cukup bersahabat sehingga diharapkan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman dan lancar.
Pada pelaksanaan tahun ini, KRI Ajak-653 akan mengantarkan Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat Bank Indonesia ke sejumlah pulau, yakni Pulau Sebatik, Pulau Bunyu, Pulau Maratua, Teluk Sulaiman, dan Pulau Derawan.
Menurutnya, wilayah-wilayah tersebut telah menjadi area patroli rutin KRI Ajak sehingga awak kapal telah memahami karakteristik medan pelayaran maupun tantangan cuaca di kawasan tersebut.
Setibanya di setiap lokasi, tim dari Bank Indonesia akan melakukan penukaran uang tidak layak edar dengan uang rupiah layak edar sesuai kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi upaya memperkuat penggunaan rupiah di wilayah perbatasan yang masih ditemukan peredaran mata uang asing.
Laksamana Pertama TNI Sumarji Bimoaji menambahkan, KRI Ajak telah beberapa kali mendukung pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat, tidak hanya di Kalimantan, tetapi juga di Papua, Sumatera, dan wilayah kepulauan lainnya. Menurutnya, kapal-kapal cepat milik TNI AL terbukti efektif menjangkau daerah terpencil dalam mendukung distribusi uang rupiah ke seluruh pelosok Indonesia.(*)











Discussion about this post