Rabu, 21 Oktober 2026
suryaborneo.com
  • Home
  • Daerah
    • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Video
  • Opini
No Result
View All Result
suryaborneo.com
  • Home
  • Daerah
    • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Video
  • Opini
No Result
View All Result
suryaborneo.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
  • Video
  • Opini
Home Daerah

Soal Pendidikan Gratis, Warga Pesimis Jalankan Putusan MK

by Admin
05/29/2025
in Daerah, Kaltara, Nasional, Nunukan, Pendidikan
A A
Soal Pendidikan Gratis, Warga Pesimis Jalankan Putusan MK

SB, NUNUKAN – Perintah Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menjamin pendidikan dasar warga negara secara gratis untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di sekolah negeri dan swasta disambut gembira. Termasuk warga di perbatasan, Kabupaten Nunukan. Berkaitan dengan keputusan MK itu, Berbagai tanggapan muncul saat suryaboneo.com mencoba meminta pendapat masyarakat.

Seperti yang disampaikan Anwar (42). Ayah 3 anak ini mengaku, pendidikan gratis itu memang kebutuhan masyarakat. Tak perlu melihat sekolah swasta atau negeri, karena tujuannya sama, yakni mencerdaskan anak bangsa. Seharusnya, kata Anwar, kebijakan itu sudah dilakukan sejak dulu.

Baca Juga

TMMD ke-130 Buka Akses Lebih Dekat ke Kawasan Pendidikan Pantai Amal

Warga Tanjung Batu Harapkan Pembangunan Jalan TMMD Permudah Aktivitas Sehari-hari

Tingkatkan Partisipasi dan Kolaborasi, Bawaslu Tarakan Gelar 55 Konsolidasi Demokrasi Sejak Januari 2026

“Saya mendukung putusan MK itu. Harusnya swasta juga digratiskan. Gaji gurunya sama gaji sekolah negeri juga. Kenapa baru sekarang?,” ungkapnya.

Meskipun keputusan MK bersifat final, sejumlah masyarakat justru meragukan pemerintah dapat menerapkannya. Sebab, jangankan pendidikan gratis, gaji tenaga pengajar non ASN di sekolah negeri saja pun masih ada yang menunggak.

“Swasta gratis? Apa sanggup negara menanggungnya? Gaji guru honorer di negeri saja masih terkatung-katung, ini ditambah sekolah swasta lagi, uang dari mana? Dana BOS saja pasti tidak cukup,” ungkap Ardian, kepada suryaborneo.com saat ditemui di tokonya.

Ada juga masyarakat yang justru khawatir bakal banyak sekolah negeri ditinggal pelajarnya dan beralih ke sekolah swasta jika hal tersebut wujud. Sebab, sekolah swasta ada yang memiliki kurikulum tambahan, dinilai lebih baik dijalankan.

“Kalau swasta gratis, (Saya) yakin sekolah negeri bakal banyak yang tutup. Sudah dipastikan kualitas pendidikan makin downgrade karena fasilitas pasti banyak yang dibatasi,” ungkap Marlina, warga lainnya.

Dan lebih menohok lagi, masyarakat justru meragukan pemerintah mampu menjalankan apa yang telah diputuskan MK. Sebab, beberapa program pemerintah sampai saat ini belum berjalan maksimal. Bahkan dirasa merugikan masyarakat. Seperti progam Makan Bergizi Gratis (MBG) yang direalisasikan Presiden RI Prabowo Subianto.

“Jangankan sekolah gratis, yang program makan gratis se Indonesia saja belum terbukti. Hanya wacana saja,” ujar Rahman.

Selain itu, ada juga masyarakat yang mempertanyakan tentang apanya yang digratiskan. Apakah gratis mendaftar dan gratis masuk saja. Sementara pembayaran lainnya, seperti buku pelajaran, seragam dan kegiatan lainnya tetap ada pembayaran. “Yang gratis apanya? SPP, buku pelajaran, seragam, kegiatan – kegiatannya ?,” tanya Anti, warga Pasar Inhutani yang 2 orang anaknya mengenyam pendidikan di salah satu sekolah swasta berbasis Islam ini.

“SD Negeri iya sudah gratis SPP, tapi masih ada saja kegiatan yang memberatkan. Misalnya, renang dan outing class, buat kami yang ekonomi pas-pasan ini sangat memberatkan,” sambung warga lainnya.

“Kalau gratis beneran jangan ada pungutan uang kegiatan. Infak atau apapun itu. Apalagi buku masih kudu beli. Bukan gratis itu namanya,” kata Ayu dengan mimik kesalnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Nunukan Ahmad mengaku telah mendapat informasi terkait gugatan terhadap Pasal 34 ayat (2) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) itu. Ia mengatakan, pihaknya tentu menunggu petunjuk teknis (juknis) dari Kementerian Pendidikan untuk melakukan perintah MK ini.

“Tentu kami sangat mendukung putusan ini. Apalagi ini persoalan pendidikan mendasar. Tentunya kebutuhan masyarakat,” ujarnya

Hanya saja, lanjutnya, untuk menjalankan diperlukan juknis sebagai pedoman dalam pelaksanaannya. “Seperti BOS dan Bosda. Jadi, tidak langsung dijalankan begitu saja. Dan saya yakin tentu ada pembahasan lintas kementerian sebelum diterapkan putusan itu,” pungkasnya.

Sebagaimana yang dikutip dari Jawapos.com, Mahkamah Konstitusi (MK) meminta pemerintah dan pemerintah daerah (Pemda) untuk menjamin pendidikan dasar warga negara dengan tidak menarik pungutan apa pun. Dengan kata lain, pendidikan dasar mulai dari SD hingga SMP harus gratis. Baik di pendidikan negeri maupun swasta.

Hal itu tertuang dalam putusan MK nomor 3/PUU-XXII/2024 yang dibacakan di Gedung MK Jakarta, Selasa (27/5). Gugatan terhadap Pasal 34 ayat (2) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) yang diajukan Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia, dan lain-lain.

“Mengabulkan permohonan para pemohon untuk sebagian,” kata Ketua MK Suhartoyo.
Dalam putusan itu, MK menyatakan Pasal 34 ayat (2) UU Sisdiknas bertentangan dengan UUD 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat, jika tidak dimaknai pemerintah wajib menggelar pendidikan dasar tanpa memungut biaya. “Baik untuk satuan pendidikan dasar yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun satuan pendidikan dasar yang diselenggarakan oleh masyarakat,” tambahnya.

Dalam pertimbangannya, Hakim MK Guntur Hamzah menjelaskan, negara memiliki kewajiban konstitusional untuk membiayai pendidikan dasar. Hal itu sesuai dengan Pasal 31 ayat (2) UUD 1945 yang mewajibkan setiap warga negara mendapat hak pendidikan dasar.

Adanya kewajiban membayar biaya pendidikan, lanjut dia, berpotensi menghambat upaya warga negara untuk melaksanakan kewajiban konstitusionalnya. Lebih lanjut, MK juga menyoroti bantuan keuangan negara hanya difokuskan pada sekolah negeri.
Padahal, secara faktual, banyak anak Indonesia yang mengikuti pendidikan dasar di sekolah swasta atau madrasah swasta.

“Negara tidak boleh lepas tangan atau mengalihkan tanggung jawab pembiayaan kepada penyelenggara pendidikan swasta,” kata dia.

Mahkamah menegaskan, tanggung jawab utama penyelenggaraan wajib belajar tetap berada di tangan negara. Meskipun masyarakat ikut andil dalam hal tersebut.
“Negara tidak dapat melepaskan tanggung jawabnya, bahkan dalam konteks pendidikan dasar yang diselenggarakan oleh swasta,” ungkap Guntur.

Untuk diketahui, perkara Nomor 3/PUU-XXII/2024 ini diajukan oleh Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) bersama dengan tiga Pemohon perorangan, yaitu Fathiyah, Novianisa Rizkika, dan Riris Risma Anjiningrum. Mereka meminta agar pendidikan dasar 9 tahun (SD-SMP) digratiskan, tidak hanya pada sekolah negeri, namun juga sekolah swasta. (dln)

Berita Lainnya

TMMD ke-130 Buka Akses Lebih Dekat ke Kawasan Pendidikan Pantai Amal

TMMD ke-130 Buka Akses Lebih Dekat ke Kawasan Pendidikan Pantai Amal

by Redaksi
10/20/2026
0

TARAKAN – Akses menuju kawasan pendidikan di Pantai Amal menjadi salah satu manfaat yang dinantikan warga Tanjung Batu, Kelurahan Mamburungan...

Warga Tanjung Batu Harapkan Pembangunan Jalan TMMD Permudah Aktivitas Sehari-hari

Warga Tanjung Batu Harapkan Pembangunan Jalan TMMD Permudah Aktivitas Sehari-hari

by Redaksi
10/20/2026
0

TARAKAN,  – Pembukaan akses jalan di kawasan Tanjung Batu, Kelurahan Mamburungan Timur, Kota Tarakan, menjadi salah satu sasaran pembangunan dalam...

Tingkatkan Partisipasi dan Kolaborasi, Bawaslu Tarakan Gelar 55 Konsolidasi Demokrasi Sejak Januari 2026

Tingkatkan Partisipasi dan Kolaborasi, Bawaslu Tarakan Gelar 55 Konsolidasi Demokrasi Sejak Januari 2026

by Redaksi
10/20/2026
0

TARAKAN – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Tarakan terus berkomitmen menjaga kualitas demokrasi melalui berbagai kegiatan konsolidasi demokrasi. Sepanjang...

M4CR Dorong Kolaborasi Multipihak melalui Forum Komunikasi Daerah untuk Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan di Kalimantan Utara

M4CR Dorong Kolaborasi Multipihak melalui Forum Komunikasi Daerah untuk Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan di Kalimantan Utara

by Redaksi
10/20/2026
0

Tanjung Selor, 20 Oktober 2026 — Upaya rehabilitasi mangrove dan keberlanjutan ekosistem pesisir membutuhkan kolaborasi yang kuat dari berbagai pihak....

Gotong Royong Satgas TMMD ke-130 Kodim Tarakan, Bangun Rumah Layak Huni untuk Cristina

Gotong Royong Satgas TMMD ke-130 Kodim Tarakan, Bangun Rumah Layak Huni untuk Cristina

by Redaksi
10/19/2026
0

TARAKAN,  – Pembangunan rumah Cristina Bueharin (45), warga RT 20 Kota Tarakan, menjadi salah satu potret kebersamaan dalam program TNI...

Hari Ketujuh TMMD Ke-130, Satgas Kodim Tarakan Kebut Pembukaan Jalan Tanjung Batu

Hari Ketujuh TMMD Ke-130, Satgas Kodim Tarakan Kebut Pembukaan Jalan Tanjung Batu

by Redaksi
10/19/2026
0

TARAKAN, – Pengerjaan pembukaan jalan di kawasan Tanjung Batu, Kelurahan Mamburungan Timur, Kota Tarakan, terus berlanjut pada hari ketujuh pelaksanaan...

Next Post
SPMB Digelar Juli, Persentase Domisili Paling Tinggi

SPMB Digelar Juli, Persentase Domisili Paling Tinggi

Panas Menyengat di Tarakan, Kepala BMKG : Belum Masuk Kategori Ekstrem

Panas Menyengat di Tarakan, Kepala BMKG : Belum Masuk Kategori Ekstrem

Dampingi Presiden Prabowo, Menteri Ekraf Sambut Macron di Borobudur

Dampingi Presiden Prabowo, Menteri Ekraf Sambut Macron di Borobudur

Discussion about this post

Terlaris

TMMD ke-130 Buka Akses Lebih Dekat ke Kawasan Pendidikan Pantai Amal

TMMD ke-130 Buka Akses Lebih Dekat ke Kawasan Pendidikan Pantai Amal

10/20/2026
Warga Tanjung Batu Harapkan Pembangunan Jalan TMMD Permudah Aktivitas Sehari-hari

Warga Tanjung Batu Harapkan Pembangunan Jalan TMMD Permudah Aktivitas Sehari-hari

10/20/2026
Tingkatkan Partisipasi dan Kolaborasi, Bawaslu Tarakan Gelar 55 Konsolidasi Demokrasi Sejak Januari 2026

Tingkatkan Partisipasi dan Kolaborasi, Bawaslu Tarakan Gelar 55 Konsolidasi Demokrasi Sejak Januari 2026

10/20/2026
M4CR Dorong Kolaborasi Multipihak melalui Forum Komunikasi Daerah untuk Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan di Kalimantan Utara

M4CR Dorong Kolaborasi Multipihak melalui Forum Komunikasi Daerah untuk Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan di Kalimantan Utara

10/20/2026
suryaborneo.com

© 2024 www.suryaborneo.com

Tentang Kami

  • Home
  • Iklan & Advetorial
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

Ikuti Kami

error: Konten dikunci !!
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Video
  • Opini

© 2024 www.suryaborneo.com