TARAKAN – Wali Kota Khairul bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tarakan melakukan kunjungan ke Pasar Tenguyun untuk memantau harga kebutuhan pokok menjelang Idulfitri.
Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota menyebut beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, di antaranya cabai rawit, bawang merah, dan ayam potong. Namun secara umum, harga kebutuhan pokok di pasar masih relatif stabil.
“Cabai rawit naik, kemudian bawang merah juga sedikit naik. Yang agak terasa itu ayam potong karena produksinya berkurang,” ujar Khairul saat ditemui di sela-sela kunjungan pasar.
Menurutnya, penurunan produksi ayam terjadi karena sebagian peternak mengurangi produksi untuk menghindari kerugian. Hal ini dipicu oleh persaingan dengan ayam beku yang masuk dari luar daerah.
Selain itu, Khairul menjelaskan, pemerintah daerah sebenarnya telah merekomendasikan agar ayam beku yang masuk tidak dipasarkan di Tarakan, melainkan didistribusikan ke wilayah lain.
“Rekomendasi kita sebenarnya ayam beku itu tidak untuk dijual di Tarakan, tetapi dibawa ke luar wilayah Tarakan,” jelasnya.
Meski demikian, pemerintah tetap membuka kemungkinan penggunaan ayam beku sebagai langkah intervensi apabila pasokan ayam segar di pasar mengalami kekurangan. Langkah tersebut bertujuan menjaga stabilitas harga.
Ia juga menegaskan bahwa distribusi ayam beku ke Tarakan harus melalui rekomendasi pemerintah daerah dan telah ditentukan kuotanya.
Namun demikian, pemerintah daerah mengkhawatirkan adanya jalur distribusi ilegal yang dapat memasukkan ayam beku tanpa melalui mekanisme resmi.
“Yang kita khawatirkan kalau ada jalur-jalur tidak resmi. Karena kalau ada disparitas harga, biasanya ada upaya mendatangkan barang lebih banyak melalui jalur tersebut,” katanya.
Selain ayam, pemerintah juga memantau komoditas lain seperti cabai dan bawang. Khairul menyebut stok cabai sebenarnya cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Tarakan.
Ia menilai kenaikan harga cabai rawit kemungkinan dipengaruhi faktor psikologis pasar, bukan karena kekurangan pasokan.
“Kalau dilihat dari stok sebenarnya cukup. Produksi cabai juga ada dari Tarakan sendiri, tidak hanya dari luar daerah,” ujarnya.
Masyarakat Diminta Tidak Panic Buying
Menjelang Idulfitri, pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying.
Menurut Khairul, peningkatan permintaan yang terlalu tinggi dapat memicu kenaikan harga di pasar.
“Kuncinya masyarakat jangan panic buying. Beli sesuai kebutuhan saja supaya tidak menimbulkan efek psikologis terhadap harga,” katanya.
Pemerintah Kota Tarakan berharap hingga menjelang Idulfitri nanti harga kebutuhan pokok tetap stabil dan pasokan pangan bagi masyarakat tetap terjaga.(*)












Discussion about this post