TARAKAN – Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di SDN Utama 2 Tarakan resmi berakhir. Seluruh kuota peserta didik baru berhasil terisi 100 persen, termasuk setelah pengalihan sisa kuota jalur afirmasi ke jalur domisili.
Kepala SDN Utama 2 Tarakan, Maksum, mengatakan proses penerimaan berlangsung sesuai dengan ketentuan dan kuota yang telah ditetapkan. Jalur mutasi terisi penuh, sedangkan jalur afirmasi tidak terserap seluruhnya sehingga sisa kuotanya dialihkan ke jalur domisili.
“Alhamdulillah sesuai dengan kuota yang sudah kami siapkan. Untuk jalur afirmasi kuotanya 28 siswa, tetapi yang terisi hanya empat siswa. Sementara jalur mutasi kuotanya enam siswa dan terisi seluruhnya,” ujar Maksum, Senin (13/7).
Karena kuota afirmasi tidak terpenuhi, sebanyak 24 kursi dialihkan ke jalur domisili sesuai ketentuan yang berlaku.
“Jadi kekurangannya langsung dialihkan ke jalur domisili,” katanya.
Semula, kuota jalur domisili sebanyak 78 siswa. Setelah mendapat tambahan 24 kursi dari jalur afirmasi, daya tampung meningkat menjadi 102 siswa.
“Domisili awalnya 78, kemudian setelah ditambah menjadi 102 siswa,” jelasnya.
Maksum memastikan seluruh kuota yang tersedia akhirnya terisi penuh. Seluruh calon peserta didik yang dinyatakan lolos juga melakukan daftar ulang sehingga tidak ada kursi yang tersisa.
“Dari hari pertama sampai hari ketiga, kuota jalur domisili terpenuhi semua. Alhamdulillah sampai pendaftaran ulang seluruh peserta yang diterima juga melakukan daftar ulang,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, persaingan pada jalur domisili berlangsung cukup ketat. Penentuan peserta yang diterima mengacu pada ketentuan usia apabila terdapat calon siswa dengan domisili yang sama.
Berdasarkan data sekolah, peserta terakhir yang diterima melalui jalur domisili berusia 6 tahun 1 bulan 24 hari. Sementara peserta tertua yang diterima berusia 7 tahun 5 bulan 17 hari.
Maksum menambahkan, apabila suatu sekolah tidak mampu memenuhi kuota penerimaan, Dinas Pendidikan akan mengarahkan calon peserta didik dari daftar tunggu ke sekolah lain yang masih memiliki daya tampung.
“Kalau misalnya kuota tidak terpenuhi, biasanya kami laporkan ke Dinas Pendidikan. Di sana ada daftar tunggu, kemudian calon siswa diarahkan ke sekolah terdekat yang masih kekurangan peserta didik,” jelasnya.
Namun kondisi tersebut tidak terjadi di SDN Utama 2 Tarakan karena seluruh kuota telah terpenuhi.
“Kalau kuotanya sudah penuh, tentu tidak bisa menerima lagi,” tegasnya.
Selain menuntaskan proses SPMB, SDN Utama 2 Tarakan juga telah menyelesaikan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru.
MPLS berlangsung selama lima hari, mulai 8 hingga 13 Juli 2026. Selama kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, tenaga pendidik, serta mendapatkan pembekalan mengenai pencegahan perundungan (anti-bullying). Mereka juga dilatih untuk berani bertanya dan menyampaikan pendapat.
“Kegiatan MPLS dimulai dari tanggal 8 sampai 13 Juli. Materinya pengenalan guru-guru, lingkungan sekolah, pembekalan tentang anti-bullying, kemudian melatih anak-anak supaya berani bertanya dan berani menyampaikan pendapat,” ujarnya.
Menurut Maksum, proses adaptasi siswa baru tahun ini berjalan lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hampir tidak ada siswa yang menangis atau enggan ditinggal orang tua pada hari pertama masuk sekolah.
“Kalau tahun ini hampir tidak ada yang menangis. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, orang tua sampai harus menunggu anaknya seharian di sekolah, bahkan beberapa hari,” tuturnya.
Pihak sekolah juga telah memberikan edukasi kepada orang tua terkait pembagian kelas dan tempat duduk sehingga tidak terjadi perebutan bangku pada hari pertama sekolah.
“Sekolah sudah memberikan edukasi kepada orang tua, jadi tidak ada rebut-rebutan bangku,” tutupnya(*)











Discussion about this post