Tarakan – Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Tarakan, Agus Sutanto, menegaskan bahwa pelatihan kerja merupakan langkah strategis pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul, kompeten, dan berdaya saing di tengah tantangan dunia kerja yang terus berkembang.
Dalam sambutannya pada pembukaan program pelatihan kerja, Agus mengatakan bahwa materi pelatihan dirancang agar selaras dengan kebutuhan pasar kerja dan dunia industri saat ini.
“Pemerintah terus berupaya menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dengan dunia industri. Pelatihan ini diharapkan bukan sekadar menjadi kegiatan formalitas, tetapi menjadi wadah untuk mencetak tenaga kerja yang siap pakai, memiliki kompetensi yang mumpuni, keterampilan yang baik, serta etos kerja yang tinggi,” ujarnya.
Agus juga mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang berhasil lolos seleksi dan bergabung dalam program pelatihan tersebut. Menurutnya, para peserta merupakan individu yang terpilih di tengah tingginya minat masyarakat mengikuti pelatihan.
Ia menjelaskan, setiap tahun jumlah pencari kerja di Kota Tarakan mencapai sekitar 1.600 orang. Sementara lulusan SMA dan SMK yang memasuki dunia kerja berkisar antara 800 hingga 900 orang setiap tahunnya. Namun, keterbatasan anggaran membuat kuota pelatihan yang dapat diselenggarakan masih sangat terbatas.
“Tahun ini hanya tersedia tujuh paket pelatihan. Satu paket maksimal diikuti 16 peserta, sehingga jumlah peserta yang bisa difasilitasi masih sangat sedikit dibandingkan jumlah pencari kerja yang ada,” jelasnya.
Agus mengungkapkan, pelaksanaan pelatihan tahun ini dibagi dalam beberapa gelombang. Pada gelombang sebelumnya, seluruh kuota peserta berhasil terpenuhi. Namun, pada gelombang berikutnya masih terdapat sejumlah kuota yang belum terisi.
Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan pelatihan yang disediakan pemerintah untuk meningkatkan keterampilan dan memperbesar peluang memperoleh pekerjaan.
Selain itu, Agus menilai beberapa jenis pelatihan memiliki minat yang tinggi dari masyarakat, seperti pelatihan pembuatan roti, komputer, dan barista. Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, peserta pelatihan barista bahkan mampu memperoleh pendapatan yang cukup menjanjikan setelah menyelesaikan pelatihan.
Melalui program tersebut, Disnaker Kota Tarakan berharap dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mengurangi kesenjangan antara kebutuhan dunia usaha dan ketersediaan tenaga kerja yang kompeten.(*)











Discussion about this post