TARAKAN — Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Tarakan menerapkan penggiliran distribusi air menyusul menurunnya ketersediaan air baku di sejumlah embung yang menjadi sumber pasokan air.
Direktur PDAM Kota Tarakan, Iwan Setiawan, mengatakan tiga embung mengalami persoalan ketersediaan air baku, yakni Embung Binalatung, Persemaian, dan Rawasari.
“Yang bermasalah ini tiga embung, Binalatung, Persemaian, Rawasari. Kalau Juwata, Bengawan, Amal masih aman,” ujar Iwan.
Kondisi tersebut berdampak pada operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA) Binalatung. IPA berkapasitas sekitar 60 liter per detik itu terpaksa dihentikan karena tidak lagi memiliki pasokan air baku yang cukup.
“IPA ini 60 liter per detik kita matikan karena sudah tidak ada air bakunya. Sudah dua hari yang lalu kita matikan,” jelasnya.
Sebagai langkah penanganan, PDAM akan menerapkan penggiliran distribusi air ke sejumlah wilayah. Bagi daerah yang tidak mendapatkan aliran air, PDAM menyiapkan pendistribusian air bersih secara gratis menggunakan mobil tangki.
“Nanti untuk daerah-daerah yang benar-benar tidak mengalir, kita mungkin akan bagikan air gratis pakai tangki. Nanti kita umumkan, sesuai permintaan RT-nya,” kata Iwan.
Ia mengimbau masyarakat terdampak menyiapkan tempat penampungan air di rumah. Air dapat ditampung ketika distribusi kembali mengalir untuk memenuhi kebutuhan selama pasokan belum normal.
Dalam jangka panjang, Iwan menyebut pembangunan sumber air regional dari wilayah Sekatak menjadi salah satu solusi untuk mengatasi persoalan ketersediaan air baku. Namun, proyek tersebut membutuhkan anggaran besar.
“Yang paling jangka panjang dan paling bagus sebenarnya harus ada air regional dari Sekatak, tapi biayanya besar,” ungkapnya.
PDAM Tarakan juga terus melakukan peremajaan pompa distribusi dan pompa pada sistem intake di sejumlah embung yang masih memungkinkan. Upaya ini dilakukan untuk menjaga pelayanan air bersih di tengah keterbatasan air baku.
Selain itu, PDAM berencana menambah pompa di Embung Bengawan dan Indulung pada tahun depan. Di Indulung, satu pompa berkapasitas sekitar 200–300 liter per detik akan ditambahkan.
Sementara di Bengawan, PDAM akan memisahkan jalur pipa menuju Embung Bengawan dan Persemaian agar pengendalian distribusi lebih mudah. Satu pompa baru juga direncanakan untuk ditambahkan.
“Anggarannya tahun depan. Kita usahakan dengan anggaran mandiri,” kata Iwan.
Kebutuhan anggaran pengadaan pompa tersebut diperkirakan mencapai Rp1 miliar hingga Rp2 miliar. Pembiayaan akan diupayakan melalui anggaran mandiri PDAM karena kondisi keuangan pemerintah daerah saat ini cukup terbatas.
“Kita pikir diri masing-masing, tidak memberatkan pemerintah. Dengan kondisi keuangan seperti sekarang, tidak mungkin kita berharap ke Pemkot,” pungkasnya.(*)











Discussion about this post