Minggu, 20 September 2026
suryaborneo.com
  • Home
  • Daerah
    • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Video
  • Opini
No Result
View All Result
suryaborneo.com
  • Home
  • Daerah
    • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Video
  • Opini
No Result
View All Result
suryaborneo.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
  • Video
  • Opini
Home Daerah Kaltara Tarakan

BPS Tarakan Jelaskan Polemik Desil: Penentuannya Tak Hanya Berdasarkan Pendapatan

by Redaksi
08/30/2026
in Tarakan
A A
BPS Tarakan Jelaskan Polemik Desil: Penentuannya Tak Hanya Berdasarkan Pendapatan

Screenshot

TARAKAN — Polemik mengenai data desil yang belakangan menjadi keluhan masyarakat mendapat penjelasan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tarakan. Kepala BPS Kota Tarakan, Umar Riyadi, menegaskan bahwa penentuan desil tidak semata-mata didasarkan pada besaran pendapatan seseorang, melainkan melalui pemadupadanan berbagai data sosial ekonomi yang terintegrasi.

Persoalan tersebut muncul setelah sejumlah masyarakat mengeluhkan perubahan posisi desil yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi pendapatan mereka. Perubahan desil juga berdampak pada penerimaan bantuan pemerintah, termasuk warga yang sebelumnya menerima bantuan namun kemudian tidak lagi mendapatkannya karena tidak masuk dalam kelompok desil 1 sampai 5.

Baca Juga

Trauma Healing Digelar untuk Anak Penyintas Kebakaran di Karang Anyar

Sekprov Kaltara Dorong KDKMP Berjalan Presisi dan Berdampak bagi Masyarakat

Rahman Siapkan Lahan untuk Sekretariat Permanen KKSS Kota Tarakan

Selain bantuan sosial, persoalan desil juga belakangan dikaitkan dengan kebijakan pembatasan pembelian BBM yang membuat masyarakat pada kategori desil tertentu tidak dapat ikut mengantre.

Menanggapi hal tersebut, Umar menjelaskan bahwa seluruh proses tersebut bermula dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Data tersebut dibangun melalui penggabungan tiga sumber utama.

“Pertama, data dari Bappenas yaitu Regsosek (Registrasi Sosial Ekonomi Nasional). Kedua, dari Kemensos yaitu DTKS dan ketiga adalah data BP3KE dari BKKBN,” kata Umar.

Menurutnya, ketiga data tersebut menjadi sumber utama dalam membangun Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional. Proses penggabungan data tersebut merupakan implementasi dari Instruksi Presiden yang dikeluarkan pada 2025 terkait DTSEN.

Dalam prosesnya, data tersebut dipadupadankan dengan memanfaatkan data administrasi kependudukan dari Ditjen Dukcapil. NIK menjadi variabel utama karena data Regsosek, DTKS maupun BP3KE sama-sama memiliki NIK.

“Menggabungkannya itu dengan memanfaatkan data dari adminduk, Ditjen Minduk Data Capil seluruh Indonesia. Karena setiap data yang ada di Regsosek, DTKS, maupun BP3KE itu mengandung NIK,” urainya.

NIK tersebut kemudian menjadi variabel kunci untuk menarik dan menyelaraskan berbagai data sehingga dapat menjadi satu kesatuan data sosial ekonomi.

Namun, proses pemadupadanan tidak berhenti pada tiga sumber data utama tersebut. BPS juga menggunakan berbagai sumber data lain untuk melengkapi informasi yang ada.

“Di antaranya itu ada ID PLN jadi pelanggan PLN. Jadi data pelanggan PLN itu kemudian digabungkan juga dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi,” lanjutnya.

Umar menjelaskan, pemadupadanan data dengan ID pelanggan PLN salah satunya dilakukan untuk mengetahui keterkaitan antara identitas seseorang dengan tempat tinggal dan penggunaan listrik.

Ia mencontohkan kondisi sebuah perumahan yang memiliki ratusan unit rumah dengan nama pelanggan listrik yang masih menggunakan nama pengembang.

“Karena begini, kenapa kok perlu dilakukan pemadupadanan seperti ini, karena contoh, nih saya mengalami sendiri. Ketika, tinggal di sebuah perumahan, ID pelanggannya itu adalah nama developer,” bebernya.

Dengan kondisi tersebut, meski terdapat sekitar 300 unit rumah, nama pelanggan listrik bisa tercatat sama. Karena itu, diperlukan pemadupadanan untuk mengetahui siapa yang sebenarnya menempati rumah tersebut, termasuk mencocokkan dengan daya listrik yang digunakan.

Selain data PLN, BPS juga mengombinasikan data dari Samsat yang berkaitan dengan kendaraan dan kepemilikan kendaraan. Data BPJS Ketenagakerjaan turut digunakan untuk mengetahui anggota keluarga yang bekerja.

“BPJS Ketenagakerjaan itu untuk mengaitkannya dengan anggota keluarga yang bekerja. Apakah ada yang bekerja dan kemudian pendapatannya kan kelihatan langsung dari BPJS Ketenagakerjaan,” ungkap Umar.

Selanjutnya, data juga dikombinasikan dengan informasi dari Himbara atau perbankan, termasuk untuk melihat jumlah tabungan.

“Jadi itu dari situ saja itu udah tergambar, ya, bahwa nih Data Tunggal Sosial Ekonomi nih berusaha untuk memadupadankan semua data. Karena tadi, data ini perlu ada integrasi supaya, mohon izin nih, kalau lagi pendataan-pendataan berkaitan dengan intervensi, kadang warga itu tidak memberikan informasi secara jujur,” urai Umar.

Menurutnya, berbagai sumber data tersebut digunakan untuk menyempurnakan basis data sosial ekonomi masyarakat. Selain itu, terdapat pula data dari BKN yang turut diperhitungkan.

Umar memberikan contoh, apabila dalam satu kartu keluarga sebelumnya terdapat penerima bantuan, kemudian salah satu anggota keluarga diterima sebagai PPPK, kondisi tersebut dapat memengaruhi posisi desil keluarga.

“Dan inilah yang perlu disadari masyarakat, ya, yang perlu disadari masyarakat terkait dengan berbagai perubahan data yang sifatnya otomatis. Meskipun tadi, semua data-data tadi itu atas instruksi Presiden itu dikelola oleh BPS, digabungkan semuanya di BPS,” jelasnya.

Lebih lanjut, Umar menegaskan bahwa masyarakat perlu memahami bahwa desil bukanlah kategori yang ditentukan hanya berdasarkan satu indikator, termasuk pendapatan.

“Jadi terbayang, bagaimana bentuk desil tuh kombinasi dari berbagai data tadi. Jadi makanya kalau misalnya sekarang ini berkembang, ‘Oh, pendapatan sekian sekian, desil sekian.’ Itu mohon maaf, ya. Mohon maaf yang sebesar-besarnya, enggak begitu cara ngitungnya,” tegasnya.

Ia menjelaskan, penentuan desil merupakan hasil kombinasi berbagai indikator sosial ekonomi yang terdapat dalam data terintegrasi.

Salah satu indikator yang dapat memengaruhi data adalah kepemilikan kendaraan. Umar mengingatkan masyarakat agar segera melakukan proses balik nama apabila kendaraan telah dijual kepada orang lain.

“Dulu memiliki kendaraan, kemudian udah bosan. Maka kendaraan yang dijual itu sudah berganti nama menjadi milik orang lain. Maka harus balik nama. Kalau enggak, kesannya, ada pajak progresif kendaraan. Semakin banyak kendaraannya, pajaknya akan semakin besar dan desilnya akan terus naik,” tegasnya.

Menurut Umar, kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang terkadang tidak dipahami masyarakat ketika melihat perubahan posisi desil.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak meminjamkan KTP atau NIK kepada orang lain untuk keperluan pembelian kendaraan. Sebab, secara administrasi, kendaraan tersebut dapat terbaca sebagai bagian dari kepemilikan orang yang NIK-nya digunakan.

“Terkesannya kan itu jadi milik yang bersangkutan,” lanjutnya.

Umar menegaskan bahwa data desil terintegrasi dengan berbagai macam data yang diregistrasikan menggunakan NIK. Karena itu, setiap perubahan informasi yang tercatat dalam berbagai sistem dapat berpengaruh terhadap pemutakhiran data sosial ekonomi.

Ia mencontohkan dalam kegiatan pendataan maupun Sensus Ekonomi, masyarakat akan diminta memberikan informasi mengenai aset yang dimiliki.

“Terus kita nggak jujur. Ya mohon maaf, itu kan akan sekali lagi otomatis. Semua data ini kan saling dikomunikasikan. Kalau nggak jujur ya nanti ketahuan juga,” pungkasnya. (*)

Berita Lainnya

Trauma Healing Digelar untuk Anak Penyintas Kebakaran di Karang Anyar

Trauma Healing Digelar untuk Anak Penyintas Kebakaran di Karang Anyar

by Redaksi
09/20/2026
0

TARAKAN – Wahana Pendidikan Perbatasan Tarakan bersama Kepolisian menggelar kegiatan trauma healing bagi anak-anak penyintas kebakaran di Karang Anyar, RT...

Sekprov Kaltara Dorong KDKMP Berjalan Presisi dan Berdampak bagi Masyarakat

Sekprov Kaltara Dorong KDKMP Berjalan Presisi dan Berdampak bagi Masyarakat

by Redaksi
09/20/2026
0

TARAKAN – Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kalimantan Utara, Denny Harianto, menegaskan pentingnya memastikan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) berjalan secara...

Rahman Siapkan Lahan untuk Sekretariat Permanen KKSS Kota Tarakan

Rahman Siapkan Lahan untuk Sekretariat Permanen KKSS Kota Tarakan

by Redaksi
09/20/2026
0

TARAKAN – Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Tarakan segera memiliki sekretariat permanen. Wakil Ketua KKSS Kota Tarakan, Rahman, menyatakan...

BPD KKSS Tarakan resmi dikukuhkan, Andi Sulaiman tekankan pentingnya harmonisasi

BPD KKSS Tarakan resmi dikukuhkan, Andi Sulaiman tekankan pentingnya harmonisasi

by Redaksi
09/20/2026
0

TARAKAN – Kepengurusan Badan Pengurus Daerah (BPD) Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kota Tarakan resmi dikukuhkan. Dalam momentum tersebut, Ketua...

Tarakan Open Grasstrack 2026 Resmi Dibuka, Pemkot Tarakan Siapkan Lintasan Road Race

Tarakan Open Grasstrack 2026 Resmi Dibuka, Pemkot Tarakan Siapkan Lintasan Road Race

by Redaksi
09/19/2026
0

TARAKAN – Wali Kota Tarakan dr. H. Khairul, M.Kes., bersama Wakil Wali Kota Tarakan Ibnu Saud Is., menghadiri pembukaan Tarakan...

Satlantas Polres Tarakan Tertibkan Puluhan Pelajar Bawa Motor ke Sekolah

Satlantas Polres Tarakan Tertibkan Puluhan Pelajar Bawa Motor ke Sekolah

by Redaksi
09/19/2026
0

TARAKAN – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tarakan melakukan patroli dan penertiban terhadap pelajar yang kedapatan membawa sepeda motor ke...

Next Post
Kepala Badan Karantina Nasional Soroti Kendala Pelayanan Karantina bagi Pelaku Usaha di Tarakan

Kepala Badan Karantina Nasional Soroti Kendala Pelayanan Karantina bagi Pelaku Usaha di Tarakan

Barantin Dorong Pemanfaatan Keratom untuk Potensi Ekonomi dan Bahan Obat

Barantin Dorong Pemanfaatan Keratom untuk Potensi Ekonomi dan Bahan Obat

Kornie dan Sipta Meylina Tampil di Panggung KKB 2026, Bawa Karya Desainer Lokal Kaltara

Kornie dan Sipta Meylina Tampil di Panggung KKB 2026, Bawa Karya Desainer Lokal Kaltara

Discussion about this post

Terlaris

Trauma Healing Digelar untuk Anak Penyintas Kebakaran di Karang Anyar

Trauma Healing Digelar untuk Anak Penyintas Kebakaran di Karang Anyar

09/20/2026
Sekprov Kaltara Dorong KDKMP Berjalan Presisi dan Berdampak bagi Masyarakat

Sekprov Kaltara Dorong KDKMP Berjalan Presisi dan Berdampak bagi Masyarakat

09/20/2026
Rahman Siapkan Lahan untuk Sekretariat Permanen KKSS Kota Tarakan

Rahman Siapkan Lahan untuk Sekretariat Permanen KKSS Kota Tarakan

09/20/2026
BPD KKSS Tarakan resmi dikukuhkan, Andi Sulaiman tekankan pentingnya harmonisasi

BPD KKSS Tarakan resmi dikukuhkan, Andi Sulaiman tekankan pentingnya harmonisasi

09/20/2026
suryaborneo.com

© 2024 www.suryaborneo.com

Tentang Kami

  • Home
  • Iklan & Advetorial
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

Ikuti Kami

error: Konten dikunci !!
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Video
  • Opini

© 2024 www.suryaborneo.com