Tarakan- Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Tarakan kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau menjelang Hari Raya Iduladha.
Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Al-Ma’arif Kota Tarakan pada Rabu (20/5/2026). Dalam kegiatan ini, DKPP menyediakan sebanyak 336 paket sembako dengan harga Rp80 ribu per paket, lebih murah dibanding harga pasar yang mencapai sekitar Rp94 ribu.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKPP Kota Tarakan, Syahrul, mengatakan paket sembako tersebut berisi bawang merah, bawang putih, gula pasir, dan minyak goreng.
“Untuk hari ini kita menyiapkan 336 paket dengan kemasan bawang merah, bawang putih, gula, dan minyak. Itu dijadikan satu paket,” ujarnya.
Ia menjelaskan, harga paket lebih rendah karena adanya subsidi dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.
“Kita di bawah harga semua karena memang disubsidi untuk membantu masyarakat,” katanya.
Syahrul merinci, minyak goreng dijual Rp14 ribu per liter, lebih murah dibanding harga pasar sekitar Rp15.700. Gula pasir dijual Rp17 ribu per kilogram, sementara harga pasar berkisar Rp19 ribu hingga Rp20 ribu.
Sementara itu, bawang putih dijual Rp30 ribu per kilogram, lebih rendah dari harga pasar yang mencapai Rp35 ribu. Adapun bawang merah dijual Rp40 ribu per kilogram, sedangkan harga pasar berada di kisaran Rp45 ribu hingga Rp50 ribu.
“Kalau dalam paket, masing-masing setengah kilogram untuk bawang putih dan bawang merah. Karena harga sekarang naik semua, jadi kita bantu masyarakat lewat subsidi,” jelasnya.
Selain paket sembako, DKPP juga menjual beras dan telur dengan harga lebih murah dibandingkan pasaran. Beras yang biasanya dijual sekitar Rp78 ribu ditawarkan seharga Rp72 ribu, sedangkan telur dijual Rp57 ribu dari harga pasar sekitar Rp63 ribu.
“Selisihnya lumayan, jadi masyarakat sangat terbantu,” katanya.
Menurut Syahrul, antusiasme masyarakat terhadap program pangan murah cukup tinggi sejak kegiatan dimulai. Bahkan, stok paket sembako yang disiapkan hampir habis terjual.
“Sekarang sudah sisa sedikit,” ujarnya.
DKPP berharap kegiatan Gerakan Pangan Murah dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, terutama menjelang hari besar keagamaan ketika harga pangan cenderung mengalami kenaikan.(*)












Discussion about this post