Tarakan, 22 Juli 2026 – Pemerintah Kota Tarakan secara resmi membuka Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 yang digelar di Aula Lembaga Latihan Kerja (LLK) Kota Tarakan, Rabu (22/7/2026).
Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan (Asisten II) Setda Kota Tarakan, Ajat Jatnika, yang hadir mewakili Wali Kota Tarakan, Khairul.
Dalam sambutannya, Ajat Jatnika menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan pelatihan tersebut. Menurutnya, pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat kualitas pelayanan publik.
“Peningkatan kompetensi melalui pelatihan vokasi merupakan salah satu langkah strategis dalam mempersiapkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa tantangan pembangunan saat ini menuntut sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki pendidikan formal, tetapi juga kompetensi, kemampuan beradaptasi, dan daya saing yang tinggi.
Ajat juga mengungkapkan bahwa berdasarkan data Dinas Ketenagakerjaan, jumlah pencari kerja di Kota Tarakan setiap tahun mencapai sekitar 1.600 orang, dengan sekitar 800 di antaranya merupakan lulusan SMA/sederajat. Karena itu, ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh agar ilmu dan keterampilan yang diperoleh menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja.
“Pemerintah Kota Tarakan terus mendorong terwujudnya sumber daya manusia yang unggul melalui berbagai program pelatihan, pengembangan kompetensi, serta kolaborasi dengan berbagai pihak,” katanya.
Menurutnya, upaya tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kota Tarakan, yaitu mewujudkan kota yang cerdas, berdaya saing, dan sejahtera melalui penguatan kualitas sumber daya manusia.
Pelatihan vokasi ini diharapkan menjadi wadah bagi para peserta untuk meningkatkan pengetahuan, mengasah keterampilan, serta membuka peluang kerja maupun peluang berwirausaha.
Selain peningkatan kualitas SDM, Ajat juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik. Ia mengatakan pelayanan pemerintah harus berorientasi pada kebutuhan masyarakat, mudah diakses, transparan, akuntabel, serta terus mengalami perbaikan.
Pada kesempatan tersebut, Ajat menyebutkan tiga bidang pelatihan yang dibuka, yakni desain grafis, perawatan motor listrik, dan instalasi listrik sederhana.
Ia juga menyayangkan jumlah peserta yang belum memenuhi kuota. Dari target 48 peserta, hingga pelaksanaan pembukaan hanya tercatat sebanyak 33 peserta yang mengikuti pelatihan. Ajat sempat mempertanyakan kemungkinan dibukanya kembali pendaftaran untuk memenuhi sisa kuota, namun panitia menyampaikan bahwa pendaftaran telah ditutup.
Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 diharapkan mampu mencetak tenaga kerja yang kompeten, siap bersaing, dan mampu menjawab kebutuhan dunia usaha serta industri di Kota Tarakan.(*)











Discussion about this post