Tarakan — Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Tarakan, Elang Buhana memastikan Pemerintah Kota Tarakan melakukan pengawasan intensif terhadap hewan kurban, termasuk pemeriksaan pasca pemotongan atau post-mortem.
Elang menjelaskan, pemeriksaan dilakukan terutama pada organ-organ vital hewan seperti hati, jantung, limpa, dan bagian lainnya guna memastikan daging kurban layak dikonsumsi masyarakat.
“Insyaallah setelah hari H kurban kita juga melakukan pemeriksaan post-mortem, terutama bagian vital seperti hati, jantung, limpa dan lainnya untuk memastikan layak konsumsi,” ujarnya.
Ia menegaskan, hingga saat ini Tarakan masih dinyatakan bebas dari berbagai penyakit hewan menular, seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) maupun Avian Influenza (AI).
“Alhamdulillah bebas AI, bebas PMK dan lain-lain,” katanya singkat.
Selain itu, Pemkot Tarakan juga menyiapkan layanan pengawasan dan identifikasi selama 24 jam selama proses pemotongan hewan kurban berlangsung.
Petugas dari Dinas Pangan dan bidang kesehatan hewan akan turun langsung ke lokasi pemotongan di sejumlah masjid untuk memastikan hewan kurban yang dikonsumsi masyarakat dalam kondisi sehat.
“Teman-teman dari Dinas Pangan dan bidang kesehatan hewan akan turun ke lokasi pemotongan di masjid-masjid untuk memastikan ternak yang dikonsumsi masyarakat benar-benar sehat,” jelasnya.
Berdasarkan data pemerintah daerah, stok hewan kurban di Tarakan tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 1.400 ekor sapi, meningkat dibanding tahun lalu yang berkisar 1.100 ekor. Sementara itu, stok kambing tercatat mencapai 450 ekor.
Elang menyebutkan, kebutuhan hewan kurban selalu dihitung setiap tahun dan tahun ini mengalami peningkatan sekitar 10 persen.
“Kebutuhan selalu kita hitung setiap tahun. Tahun ini memang ada kenaikan sekitar 10 persen,” tutupnya. (*)












Discussion about this post