Tarakan – Pimpinan Wilayah Pergerakan Mahasiswa Moderasi Beragama dan Bela Negara (PMMBN) Kalimantan Utara menggelar *Seminar Moderasi Beragama* dengan tema *“Meneguhkan Moderasi Beragama untuk Memperkokoh Bela Negara di Kawasan Perbatasan”*, Senin (29/12/2025).
Kegiatan yang berlangsung di *Pondok Lesehan, Kelurahan Bugis, Kota Tarakan* ini dihadiri sekitar *50 peserta* yang terdiri dari mahasiswa, pemuda, serta perwakilan organisasi kepemudaan dan masyarakat.
Seminar ini menghadirkan tiga narasumber, yakni **Bripka Bilal Jagad Kelana, S.H., M.H.** dari Baint Kamneg Sat Intelkam Polres Tarakan, **Dr. Fahmi Syam B.RKH (Hons), M.EI** selaku Ketua MUI Kota Tarakan sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren DDI Babussalam, serta **H. Sopian Riduan, S.Ag., M.Pd** dari Kementerian Agama Kota Tarakan.
Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan pentingnya moderasi beragama sebagai fondasi dalam menjaga persatuan, toleransi, dan stabilitas nasional, khususnya di wilayah perbatasan seperti Kalimantan Utara. Moderasi beragama dinilai menjadi kunci dalam mencegah radikalisme serta memperkuat semangat bela negara di tengah keberagaman masyarakat.
Ketua PMMBN menyampaikan bahwa seminar ini bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai nilai-nilai moderasi beragama dan perannya dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Di zaman teknologi yang canggih ini Kami berharap melalui kegiatan” seminar seperti ini, mahasiswa dan pemuda dapat menjadi agen moderasi beragama yang mampu menebarkan nilai toleransi, cinta tanah air, serta menjaga kerukunan di tengah masyarakat, khususnya kita sebg mahasiswa diwilayah perbatasan” ujarnya.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan interaktif, ditandai dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dan narasumber. PMMBN Kaltara berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan edukatif serupa sebagai upaya memperkuat wawasan kebangsaan dan keagamaan di Kalimantan Utara guna upaya dalam bentuk bela negara.(*)











Discussion about this post