SB, TARAKAN – Puncak arus mudik di Bandara Internasional Juwata Tarakan mulai terjadi pada H-3 Lebaran Idul Fitri 2025.
Dari data yang dihimpun di Posko Terpadu Angkutan Lebaran Bandara Juwata Tarakan, pergerakan kedatangan penumpang pada puncak arus mudik terjadi mulai H-3 lebaran.
Petugas posko memprediksi puncak arus mudik melalui Bandara Juwata Tarakan mencapai 7.456 penumpang, terhitung sejak 21 Maret hingga 28 Maret 2025.
“Sedangkan untuk pergerakan keberangkatan penumpangnya diprediksi mencapai 10.348 penumpang,” Ketua Posko terpadu angkutan lebaran Bandara Juwata Tarakan, Daverius Maarang.
Daverius menjelaskan, total pergerakan keberangkatan penumpang di H-3 mencapai 1.211 penumpang. Angka ini naik 17,47 persen dibanding tahun lalu.
“Sedangkan total pergerakan kedatanganya 1.534 penumpang. Angka ini turun -7,03 persen dibanding tahun lalu,” jelasnya.
Berdasarkan informasi dari kantor pusat, kata dia, Kemenhub mengintegrasi semua data, terus melakukan estimasi atau prognosa bahwa ditetapkan dari secara terpusat bahwa puncak arus mudik terjadi pada tanggal 28 atau di H-3.
“Terus, arus baliknya sudah diestimasi akan terjadi tanggal 6 April 2025 atau H+5,” ucap Daverius.
“Untuk data yang ada biasanya flight kita Bandara Juwata Tarakan ini, ada ke Jakarta, kemudian Surabaya, ada Semarang. Kemudian, cenderung ke yang paling banyak, itu Balikpapan,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Daverius mengungkapkan, sejauh ini untuk keluhan-keluhan dari masyarakat yang signifikan tidak ada. Lantaran, momen natal, tahun baru, ataupun angkutan lebaran, secara operasional di bandara seperti ini. Kalaupun ada delay, sudah ada aturannya untuk memberikan kompensasi.
“Tergantung berapa lama delay-nya. Itu dilakukan sudah oleh kawan-kawan di airline. Baik CityLink ataupun Lion Group, biasanya. Dan untuk pengaduan sampai saat ini belum ada. Paling tanya-tanya jadwal penerbangannya,” pungkasnya.(RZ)
Discussion about this post