Kamis, 10 September 2026
suryaborneo.com
  • Home
  • Daerah
    • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Video
  • Opini
No Result
View All Result
suryaborneo.com
  • Home
  • Daerah
    • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Video
  • Opini
No Result
View All Result
suryaborneo.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
  • Video
  • Opini
Home Daerah

Ini Penjelasan PT Pelindo Soal QCC Rusak di Pelabuhan Malundung

by Admin
01/16/2025
in Daerah, Ekonomi, Tarakan
A A
Ini Penjelasan PT Pelindo Soal QCC Rusak di Pelabuhan Malundung

Manager Teknik PT Pelindo Petik Kemas Kota Tarakan, Julhaidir saat memperlihatkan Quay Container Crane melalui CCTV.

Baca Juga

Kodim 0907/Tarakan Tanam Pohon, Wujudkan Kepedulian Lingkungan di Juata Permai

Misi Dagang Jatim-Kaltara Catat Transaksi Sekitar Rp2 Triliun

BI Dorong UMKM Kaltara Perluas Pasar, Komoditas Walet Berpeluang Tembus Ekspor

SB, TARAKAN – Kerusakan Quay Container Crane (QCC) di Pelabuhan Malundung Tarakan, beberapa waktu lalu sempat menjadi kendala proses bongkar muat peti kemas.

Terkait hal ini, Manager Teknik PT Pelindo Petik Kemas Kota Tarakan, Julhaidir mengakui, QCC atau crane mengalami kerusakan kurang lebih selama 8 sampai 9 hari.

“Pada saat itu, sekitar pukul 20.00 Wita QCC sedang digunakan kegiatan bongkar muat kapal KM Meratus Lembata. Tiba-tiba macet, berhenti,” kata Julhaidir, Rabu (15/1/2025).

Julhaidir menjelaskan, pihak mekanik langsung melakukan pengecekan dan menemukan mesin pada QCC mengalami trouble.

“Cuma tidak bisa langsung ketahuan troublenya apa. Jadi mekaniknya melakukan pemeriksaan secara mendetail,” jelasnya.

“Setelah dilakukan pengecekan secara keseluruhan, indikasinya terdapat kerusakan pada bagian engine atau mesinnya. Jadi di dalam itu air sudah bercampur dengan oli,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Julhaidir mengungkapkan, kerusakan tersebut terjadi secara tiba-tiba. Padahal jika dilihat dari masa kerjanya secara live time untuk mesin itu kurang lebih satu sampai dua tahun.

“Namun kita tidak bisa memprediksi jika tiba-tiba terjadi kerusakan,” ucapnya.

Adapun jangka waktu perbaikan mesin yakni 30 hari masa kerja. Namun, dikarenakan pihaknya memiliki mesin cadangan maka perbaikan dilakukan lebih cepat.

“Jadi tidak terlalu lama kami lakukan perbaikan. Dibersihkan, dilakukan pengecekan kembali dan itu memakan waktu kurang lebih delapan hari,” ungkapnya.

Saat ini mesin QCC pun telah beroperasi kembali. Sedangkan kapal yang mengalami dampak dari pada kerusakan QCC terdapat satu kapal, yakni KM Meratus Lembata.

Hal tersebut dikarenakan kapal tersebut tidak memiliki crane, sehingga mengandalkan QCC miliki PT Pelindo yang ada di Pelabuhan.

“Jadi sempat berhenti kurang lebih delapan sampai sembilan hari. Yang terhenti aktifitasnya itu satu kapal, karena kapal ini tidak memiliki crane. Kapal Maratus tidak memiliki crane, jadi otomatis mengandalkan punya kami,” terang Julhaidir.

Lantas, Julhaidir menyampaikan, untuk aktifitas kapal lain yang memiliki crane tetap beroperasi. Sehingga tidak berdampak pada proses bongkar muat.

“Jadi sebenarnya tidak terlalu mempengaruhi ekonomi, karena untuk kapal yang memiliki crane tetap beroperasi. Crane ini satu-satunya yang ada di pelabuhan, sehingga dinilai dapat menghambat proses bongkar muat,” tuturnya.

“Namun kemarin hanya berdampak pada satu kapal saja. Yang harusnya selesai dua sampai tiga hari jadinya mundur. Namun untuk antrian kapal tetap berjalan,” lanjutnya.

Kendati telah beroperasinoal, Julhaidir tidak dapat menjamin jika sewaktu-waktu terjadi kerusakan lagi pada QCC. Tetapi ia memastikan bahwa pengawasan dan maintenance dilakukan setiap harinya.

“Kalau untuk tidak terjadi kerusakan lagi, saya tidak bisa menjamin yah, namun kita tetap menjaga dan melakukan maintenance. Maintenance itu kita lakukan setiap hari,” pungkasnya. (RZ/SB)

Berita Lainnya

Kodim 0907/Tarakan Tanam Pohon, Wujudkan Kepedulian Lingkungan di Juata Permai

Kodim 0907/Tarakan Tanam Pohon, Wujudkan Kepedulian Lingkungan di Juata Permai

by Redaksi
09/09/2026
0

TARAKAN – Semangat memperingati HUT ke-81 TNI diwujudkan Kodim 0907/Tarakan melalui aksi nyata menjaga kelestarian lingkungan. Bersama pemerintah dan masyarakat,...

Misi Dagang Jatim-Kaltara Catat Transaksi Sekitar Rp2 Triliun

Misi Dagang Jatim-Kaltara Catat Transaksi Sekitar Rp2 Triliun

by Redaksi
09/09/2026
0

TARAKAN – Misi dagang dan investasi antara Provinsi Jawa Timur dan Kalimantan Utara dinilai menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan...

BI Dorong UMKM Kaltara Perluas Pasar, Komoditas Walet Berpeluang Tembus Ekspor

BI Dorong UMKM Kaltara Perluas Pasar, Komoditas Walet Berpeluang Tembus Ekspor

by Redaksi
09/09/2026
0

TARAKAN – Bank Indonesia (BI) Kaltara terus mendorong pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu memperluas pasar, termasuk...

Disdik Tarakan Catat Kekurangan 285 Guru hingga Akhir 2026

Disdik Tarakan Catat Kekurangan 285 Guru hingga Akhir 2026

by Redaksi
09/08/2026
0

TARAKAN – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tarakan mencatat kebutuhan tenaga pendidik masih belum terpenuhi. Hingga Desember 2026, kekurangan guru di...

Disdik Tarakan Siapkan Guru, Pembelajaran Bahasa Inggris Kelas III SD Ditargetkan Mulai Tahun Depan

Disdik Tarakan Siapkan Guru, Pembelajaran Bahasa Inggris Kelas III SD Ditargetkan Mulai Tahun Depan

by Redaksi
09/08/2026
0

TARAKAN – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tarakan mulai mematangkan persiapan penerapan pembelajaran bahasa Inggris bagi siswa sekolah dasar (SD). Salah...

Kerja Sama Ekonomi Jatim-Kaltara Capai Rp2,1 Triliun

Kerja Sama Ekonomi Jatim-Kaltara Capai Rp2,1 Triliun

by Redaksi
09/08/2026
0

TARAKAN – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong penguatan konektivitas dan kolaborasi ekonomi antara Jawa Timur (Jatim) dan Kalimantan...

Next Post
Peningkatan Produk Ilegal Ancam Kestabilan Ekonomi Kaltara

Peningkatan Produk Ilegal Ancam Kestabilan Ekonomi Kaltara

Ironis! Kampung Bersinar Kembali Jadi Sarang Narkoba

Ironis! Kampung Bersinar Kembali Jadi Sarang Narkoba

Petani Minta Pemerintah Turun Tangan Atasi Fluktuasi Harga Cabai

Petani Minta Pemerintah Turun Tangan Atasi Fluktuasi Harga Cabai

Discussion about this post

Terlaris

Kodim 0907/Tarakan Tanam Pohon, Wujudkan Kepedulian Lingkungan di Juata Permai

Kodim 0907/Tarakan Tanam Pohon, Wujudkan Kepedulian Lingkungan di Juata Permai

09/09/2026
Misi Dagang Jatim-Kaltara Catat Transaksi Sekitar Rp2 Triliun

Misi Dagang Jatim-Kaltara Catat Transaksi Sekitar Rp2 Triliun

09/09/2026
BI Dorong UMKM Kaltara Perluas Pasar, Komoditas Walet Berpeluang Tembus Ekspor

BI Dorong UMKM Kaltara Perluas Pasar, Komoditas Walet Berpeluang Tembus Ekspor

09/09/2026
Disdik Tarakan Catat Kekurangan 285 Guru hingga Akhir 2026

Disdik Tarakan Catat Kekurangan 285 Guru hingga Akhir 2026

09/08/2026
suryaborneo.com

© 2024 www.suryaborneo.com

Tentang Kami

  • Home
  • Iklan & Advetorial
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

Ikuti Kami

error: Konten dikunci !!
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Video
  • Opini

© 2024 www.suryaborneo.com