Tarakan- Usai melakukan rapat dengar pendapat atau (RDP) dengan para peternak ayam lokal dan perwakilan agen kemarin di kantor DPRD Tarakan, pihaknya berencana untuk melakukan keseragaman harga jual ayam lokal.
Ketua Komisi II DPRD Tarakan, Simon Patino mengatakan bahwa kedatangan peternak ayam lokal untuk menyampaikan terkait masalah harga jual berbeda di pasaran.
Dimana para peternak yang eksisting saat ini menjual dengan harga Rp 31 ribu, sedangkan untuk agen baru, menjual dengan harga Rp 28 ribu, dan hal ini dinilai menggerus margin agen lama.
“Jadi terdapat persaingan harga yang terjadi antar agen di pasaran, Dimana agen yang baru ini merupakan Perusahaan di Tarkan, namun di support oleh Perusahaan besar,” jelasnya.
Terjadinya persaingan harga jual ayam potong ini, dikarenakan agen baru ini sebenarnya berasal dari perusahaan lama di Tarakan, namun disupport oleh perusahaan besar bernama mitra senang jaya atau MSJ.
“Mereka sebenarnya ingin memberikan harga yang terjangkau kepada masyrakat, tetapi mengacau harga pasar yang sudah ada, sehingga di khawatirkan para pengusaha local berguguran dan berdampak pada penyerapan tenaga kerja,” bebernya.
Sementara itu, saat ditanya mengapa agen baru bisa lebih murah menjualkan, imon Patino menjelaskan jika dilihat ada beberapa yang membuat harga jual murah, mulai dari DOC dan juga pakan, walaupun dari sumber yang sama.
“Kita akan membuat tim kecil untuk mensinkronisasi data, karena dalan RDP kemarin tidak mengadu ke data, makanya kita membuat tim kecil biar lebih kondusip, sehingga ada penetapan harga untuk ayam potong di pasar,” lanjutnya.
Untuk itu, RDP akan kembali dilanjutkan pada Jumat 9 Januari 2026 besok, dan diupayakan untuk dapat menyeragamkan harga jual ayam, agar tidak terjadi lagi hal seperti saat ini.(*)














Discussion about this post