Selasa, 1 September 2026
suryaborneo.com
  • Home
  • Daerah
    • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Video
  • Opini
No Result
View All Result
suryaborneo.com
  • Home
  • Daerah
    • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Video
  • Opini
No Result
View All Result
suryaborneo.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
  • Video
  • Opini
Home Daerah Kaltara Tarakan

Kualitas Udara Terdampak Asap Karhutla, Sekolah di Tarakan Belum Diliburkan

by Redaksi
09/01/2026
in Tarakan
A A
Kualitas Udara Terdampak Asap Karhutla, Sekolah di Tarakan Belum Diliburkan

TARAKAN – Asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai memengaruhi kualitas udara di Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Meski demikian, kegiatan pembelajaran di sekolah masih tetap berlangsung karena kualitas udara saat ini berada dalam kategori sedang.

Dinas Pendidikan Kota Tarakan belum mengambil kebijakan untuk meliburkan siswa. Sekolah hanya diminta melakukan penyesuaian, terutama dengan membatasi aktivitas di luar ruangan guna mengurangi paparan asap.

Baca Juga

Penerapan SMHKP Berdampak pada Penurunan Ekspor Perikanan Kaltara

Super Air Jet Gagal Mendarat di Tarakan, Pesawat Kembali ke Balikpapan akibat Kabut

Asap Kebakaran Lahan Ganggu Jarak Pandang di Tarakan, Sempat Turun hingga 500 Meter

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tarakan Tamrin Toha mengatakan, kondisi udara yang masih berada pada kategori sedang memungkinkan pembelajaran tetap dilaksanakan secara tatap muka.

“Terkait adanya dampak kebakaran hutan dan lahan, untuk Kota Tarakan ini sebetulnya masih dalam kategori sedang. Kalau kategori sedang itu pembelajaran masih tetap dilaksanakan, cuma sudah dibatasi untuk outdoor,” ujar Tamrin, Senin (31/8/2026).

Selain membatasi kegiatan outdoor, sekolah juga disarankan menyiapkan masker bagi siswa dan tenaga pendidik sebagai langkah antisipasi apabila kualitas udara mengalami penurunan.

Menurut Tamrin, aktivitas pembelajaran di dalam ruangan masih dapat berjalan seperti biasa. Namun, kegiatan yang mengharuskan siswa berada di luar kelas untuk sementara perlu dikurangi.

Dinas Pendidikan juga terus memantau perkembangan kualitas udara. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai siswa yang tidak masuk sekolah karena mengalami gangguan pernapasan yang dikaitkan dengan kondisi udara.

“Sampai sekarang belum ada. Karena memang juga masih belum terlalu parah, belum masuk kategori berat, maksudnya tidak sehat,” katanya.

Tamrin menjelaskan, kualitas udara kategori sedang berada pada rentang 51 hingga 100. Sementara itu, apabila kualitas udara berada di atas 100 hingga 200, kondisi tersebut masuk kategori tidak sehat.

Jika kualitas udara mencapai kategori tidak sehat, sekolah diperbolehkan menerapkan pembelajaran daring. Kebijakan tersebut menjadi langkah alternatif agar kegiatan pendidikan tetap berlangsung tanpa meningkatkan paparan siswa terhadap udara yang tercemar asap.

“Kalau sudah lebih 100 sampai 200, itu sudah tidak sehat. Sehingga kalau sudah masuk kategori tidak sehat, kita sudah bolehkan melakukan pembelajaran daring,” jelasnya.

Pada kondisi tersebut, penggunaan masker juga perlu diterapkan. Sekolah diminta memperhatikan kondisi kesehatan siswa selama kegiatan belajar berlangsung dan mengambil langkah sesuai perkembangan kualitas udara.

Untuk menyamakan langkah di seluruh satuan pendidikan, Dinas Pendidikan Kota Tarakan akan menerbitkan surat edaran mengenai penyesuaian kegiatan pembelajaran selama kondisi udara terdampak asap karhutla.

“Nanti juga kami dari Dinas Pendidikan akan memberikan surat edaran ke satuan pendidikan. Walaupun sebetulnya edaran Menteri itu juga ditujukan kepada seluruh satuan pendidikan,” ujar Tamrin.

Tamrin menegaskan, untuk sementara pembelajaran tetap dilaksanakan karena kualitas udara Tarakan masih berada dalam kategori sedang. Pembatasan kegiatan outdoor menjadi langkah pencegahan yang diterapkan sekolah sembari menunggu perkembangan kondisi udara.

“Jadi untuk sementara pembelajaran masih tetap dilaksanakan, hanya kegiatan outdoor yang dibatasi. Kalau nanti sudah masuk kategori tidak sehat, baru kita bisa lakukan pembelajaran daring dan penggunaan masker,” pungkasnya.(*)

Berita Lainnya

Penerapan SMHKP Berdampak pada Penurunan Ekspor Perikanan Kaltara

Penerapan SMHKP Berdampak pada Penurunan Ekspor Perikanan Kaltara

by Redaksi
09/01/2026
0

TARAKAN – Aktivitas ekspor komoditas perikanan di Kalimantan Utara (Kaltara) tercatat turun sekitar 16 persen selama pelaksanaan pilot project Sertifikat...

Super Air Jet Gagal Mendarat di Tarakan, Pesawat Kembali ke Balikpapan akibat Kabut

Super Air Jet Gagal Mendarat di Tarakan, Pesawat Kembali ke Balikpapan akibat Kabut

by Redaksi
08/31/2026
0

TARAKAN – Kondisi jarak pandang yang menurun akibat kabut mengganggu aktivitas penerbangan menuju Bandara Juwata Tarakan, Senin (31/8/2026). Pesawat Super...

Asap Kebakaran Lahan Ganggu Jarak Pandang di Tarakan, Sempat Turun hingga 500 Meter

Asap Kebakaran Lahan Ganggu Jarak Pandang di Tarakan, Sempat Turun hingga 500 Meter

by Redaksi
08/31/2026
0

TARAKAN — Asap akibat kebakaran lahan di sejumlah wilayah Kalimantan mulai berdampak terhadap kondisi cuaca dan jarak pandang di Kota...

Tarakan Berpotensi Diguyur Hujan Sedang hingga Lebat pada 2 September

Tarakan Berpotensi Diguyur Hujan Sedang hingga Lebat pada 2 September

by Redaksi
08/31/2026
0

TARAKAN — Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur sejumlah wilayah di Kalimantan Utara (Kaltara) pada awal September 2026....

Barantin Dorong Pemanfaatan Keratom untuk Potensi Ekonomi dan Bahan Obat

Barantin Dorong Pemanfaatan Keratom untuk Potensi Ekonomi dan Bahan Obat

by Redaksi
08/31/2026
0

TARAKAN- Kepala Badan Karantina Nasional (Barantin) Abdul Kadir Karding melihat keratom sebagai komoditas yang memiliki potensi ekonomi besar apabila dapat...

Kepala Badan Karantina Nasional Soroti Kendala Pelayanan Karantina bagi Pelaku Usaha di Tarakan

Kepala Badan Karantina Nasional Soroti Kendala Pelayanan Karantina bagi Pelaku Usaha di Tarakan

by Redaksi
08/30/2026
0

TARAKAN – Kepala Badan Karantina Nasional (Barantin) Abdul Kadir Karding menyempatkan berdiskusi dengan sejumlah pelaku usaha serta eksportir di Kota...

Discussion about this post

Terlaris

Kualitas Udara Terdampak Asap Karhutla, Sekolah di Tarakan Belum Diliburkan

Kualitas Udara Terdampak Asap Karhutla, Sekolah di Tarakan Belum Diliburkan

09/01/2026
Penerapan SMHKP Berdampak pada Penurunan Ekspor Perikanan Kaltara

Penerapan SMHKP Berdampak pada Penurunan Ekspor Perikanan Kaltara

09/01/2026
Super Air Jet Gagal Mendarat di Tarakan, Pesawat Kembali ke Balikpapan akibat Kabut

Super Air Jet Gagal Mendarat di Tarakan, Pesawat Kembali ke Balikpapan akibat Kabut

08/31/2026
Asap Kebakaran Lahan Ganggu Jarak Pandang di Tarakan, Sempat Turun hingga 500 Meter

Asap Kebakaran Lahan Ganggu Jarak Pandang di Tarakan, Sempat Turun hingga 500 Meter

08/31/2026
suryaborneo.com

© 2024 www.suryaborneo.com

Tentang Kami

  • Home
  • Iklan & Advetorial
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

Ikuti Kami

error: Konten dikunci !!
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Video
  • Opini

© 2024 www.suryaborneo.com