Minggu, 31 Agustus 2025
suryaborneo.com
  • Home
  • Daerah
    • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Video
  • Opini
No Result
View All Result
suryaborneo.com
  • Home
  • Daerah
    • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Video
  • Opini
No Result
View All Result
suryaborneo.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
  • Video
  • Opini
Home Daerah

Mana Lebih Berkuaiitas dan Murah? Cabai Rawit Lokal atau Luar Daerah

by Admin
01/23/2025
in Daerah, Tarakan
A A
Mana Lebih Berkuaiitas dan Murah? Cabai Rawit Lokal atau Luar Daerah

Pedagang Cabai di Pasar Gusher Tarakan.

SB, TARAKAN – Harga cabai rawit di sejumlah pasar di Kota Tarakan kini berada pada kisaran jual Rp70.000 per kilogram.

Pasokan cabai rawit pun kini mulai stabil, bahkan terjadi persaingan diantara pemasok, yakni cabai rawit yang di kirim  dari luar daerah seperti Sulawesi dengan hasil panen petani lokal.

Baca Juga

Pria Diduga Mengalami Gangguan Kejiwaan Lompat ke Laut di Pelabuhan Tunon Taka, Tim SAR Terjun Cari Korban

Anggaran Hibah KONI Nunukan Segera Cair, Atlet Siap Berprestasi, Pencairan Tahap Pertama Direncanakan Sebelum September!

Harga Sembako di Pedalaman Bikin Kaget? Pemerintah Turunkan Jurus Ampuh Mulai September

Dari sisi kualitas, menurut pedagang, cabai rawit lokal lebih baik dibandingkan cabai rawit dari luar daerah.

“Sekarang harga cabai rawit mencapai Rp70 ribu per kilo,” ucap Wati Pone, salah seorang pedagang.

Menurutnya, kualitas cabai rawit lokal lebih baik ketimbang dari luar. Selain itu, cabai rawit lokal memiliki ukuran lebih besar.

“Kualitas cabe lokal segar, kalau cabe luar sedikit keriput karena lama di perjalanan,” terangnya.

Wati juga mengatakan, meski sebagian besar konsumen lebih memilih cabai rawit lokal, akan tetapi jika harga mahal tentu konsumen akan memilih cabai rawit dari luar dengan harga lebih murah.

“Kalau ada barang lokal (cabai rawit) pembeli banyak membeli. Tapi kalau lagi kosong ya yang ada disini dibeli konsumen,” jelasnya.

Terkait pasokan cabai rawit lokal dan luar daerah di Tarakan, Kepala Bidang (Kabid) Ketahanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Tarakan, Wiwik Aisyiyah Syafaryanti mengungkapkan, untuk cabai rawit saat ini sudah surplus atau berlebih.

Terkait mekanisme pasar, pihaknya tidak bisa menahan stok dari daerah luar seperti Sulawesi.

“Jika stok cabai rawit datang dari Sulawesi, otomatis petani cabe lokal akan bersaing harga,” ucap Wiwik

Soal persaingan harga, pihaknya tidak bisa menekan petani maupun pedagang. Jika ingin bersaing, petani tentu menyediakan stok hasil panen dalam kapasitas besar.

“Cabai banyak berasal dari Sulawesi, jika kita mampu produksi banyak tentu dapat menekan biaya produksi,” jelas Wiwik.

Sejauh ini pasokan cabai rawit dari Sulawesi masih dalam skala besar, apabila tersebar di pasar maka harga pun akan menurun.

Sedangkan petani lokal dengan lahan terbatas kalah bersaing dalam sisi produksi, dimana akan menyebabkan biaya tinggi.

“Tidak bisa disandingkan dengan petani Sulawesi yang memiliki lahan pertaniannya yang cukup besar dengan tujuan mengirimkan hasil panennya ke daerah luar,” bebernya.

Hal tersebut yang menyebabkan perbedaan harga jika datangnya stok cabai rawit dari luar. Tak hanya itu, masyarakat tentunya lebih memilih harga murah.

Wiwik juga mengatakan, pada saat stok cabai dari luar belum datang, petani cabe lokal menjual hasil panenya ke pasar.

“Jika di pasar ditemukan kualitas cabai yang segar pasti harganya mahal, kebalikannya, kalau cabai yang lembek pasti harganya murah,” terangnya.

Melihat kondisi tersebut, Wiwik menilai petani lokal harus melihat kondisi saat menjual hasil panen. Artinya, jika cabai rawit luar datang, maka hasil panennya bisa dijual ke pasar.

Namun jika hasil panen dikeluarkan berbarengan, maka soal pilihan akan kembali ke masyarakat.

“Mau beli cabai segar dengan harga mahal atau cabai lama dengan harga murah,” pungkasnya. (OC/SB)

Berita Lainnya

Pria Diduga Mengalami Gangguan Kejiwaan Lompat ke Laut di Pelabuhan Tunon Taka, Tim SAR Terjun Cari Korban

Pria Diduga Mengalami Gangguan Kejiwaan Lompat ke Laut di Pelabuhan Tunon Taka, Tim SAR Terjun Cari Korban

by Admin
08/30/2025
0

SB, NUNUKAN – Sebuah insiden mengejutkan terjadi di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan, ketika seorang pria melompat ke laut secara tiba-tiba....

Anggaran Hibah KONI Nunukan Segera Cair, Atlet Siap Berprestasi, Pencairan Tahap Pertama Direncanakan Sebelum September!

Anggaran Hibah KONI Nunukan Segera Cair, Atlet Siap Berprestasi, Pencairan Tahap Pertama Direncanakan Sebelum September!

by Admin
08/29/2025
0

SB, Nunukan – Dunia olahraga di Nunukan mendapatkan kabar gembira! Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Nunukan, Abdul Halid, memastikan...

Harga Sembako di Pedalaman Bikin Kaget? Pemerintah Turunkan Jurus Ampuh Mulai September

Harga Sembako di Pedalaman Bikin Kaget? Pemerintah Turunkan Jurus Ampuh Mulai September

by Admin
08/29/2025
0

SB, NUNUKAN – Kabar gembira bagi warga pedalaman Nunukan! Mulai awal September 2025, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan kembali menggulirkan program...

Bawa Nama Nunukan, PSN U-17 Siap Guncang Piala Soeratin Nasional di Solo

Bawa Nama Nunukan, PSN U-17 Siap Guncang Piala Soeratin Nasional di Solo

by Admin
08/29/2025
0

SB, NUNUKAN – Semangat membara dan tekad mengharumkan nama daerah mengiringi langkah tim PSN Nunukan U-17 menuju Piala Soeratin 2025...

Polemik Dermaga Haji Putri Makin Panas, Wabup Nunukan Tegaskan Pemda Tak Akan Asal Bertindak

Polemik Dermaga Haji Putri Makin Panas, Wabup Nunukan Tegaskan Pemda Tak Akan Asal Bertindak

by Admin
08/27/2025
0

SB, NUNUKAN – Polemik Dermaga Haji Putri kembali mencuat dan menyedot perhatian publik. Setelah Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Nunukan...

Isu Mutasi ASN Mencuat, Kepala BKPSDM Nunukan: Belum Ada Instruksi

Isu Mutasi ASN Mencuat, Kepala BKPSDM Nunukan: Belum Ada Instruksi

by Admin
08/27/2025
0

SB , NUNUKAN – Isu mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan kembali menjadi perbincangan hangat, terutama di kalangan...

Next Post
BNN Tegas Tolak Legalisasi Kratom, Meski Ada Potensi Ekonomi

BNN Tegas Tolak Legalisasi Kratom, Meski Ada Potensi Ekonomi

BNNK Tarakan Akan Datangi Rumah Pengguna Narkoba

BNNK Tarakan Akan Datangi Rumah Pengguna Narkoba

Pengguna Jasa Pelabuhan SDF Tarakan Keluhkan Jalan Berlubang

Pengguna Jasa Pelabuhan SDF Tarakan Keluhkan Jalan Berlubang

Discussion about this post

Terlaris

Pria Diduga Mengalami Gangguan Kejiwaan Lompat ke Laut di Pelabuhan Tunon Taka, Tim SAR Terjun Cari Korban

Pria Diduga Mengalami Gangguan Kejiwaan Lompat ke Laut di Pelabuhan Tunon Taka, Tim SAR Terjun Cari Korban

08/30/2025
Anggaran Hibah KONI Nunukan Segera Cair, Atlet Siap Berprestasi, Pencairan Tahap Pertama Direncanakan Sebelum September!

Anggaran Hibah KONI Nunukan Segera Cair, Atlet Siap Berprestasi, Pencairan Tahap Pertama Direncanakan Sebelum September!

08/29/2025
Harga Sembako di Pedalaman Bikin Kaget? Pemerintah Turunkan Jurus Ampuh Mulai September

Harga Sembako di Pedalaman Bikin Kaget? Pemerintah Turunkan Jurus Ampuh Mulai September

08/29/2025
Bawa Nama Nunukan, PSN U-17 Siap Guncang Piala Soeratin Nasional di Solo

Bawa Nama Nunukan, PSN U-17 Siap Guncang Piala Soeratin Nasional di Solo

08/29/2025
suryaborneo.com

© 2024 www.suryaborneo.com

Tentang Kami

  • Home
  • Iklan & Advetorial
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

Ikuti Kami

error: Konten dikunci !!
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Video
  • Opini

© 2024 www.suryaborneo.com