SB, TARAKAN – Operasi Ketupat Kayan 2025 akan dibuka mulai 26 Maret hingga 8 April 2025. Jajaran Polres Tarakan menyiapkan 6 (enam) pos pengamanan, pos pelayanan dan pos terpadu di beberapa titik di Kota Tarakan.
Enam pos yang didirikan dimaksudkan untuk mendukung dan memperlancar arus mudik dan balik Lebaran 2025.
“Mengenai pos sementara ini dirancang enam pos, yang terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu. Namun pengamanan tidak hanya bergantung pada tiga jenis pos ini,” kata Kapolres Tarakan, AKBP Erwin Syaputra Manik, Kamis (20/3/2025).
Menurut Erwin, nantinya di titik-titik yang dianggap rawan juga akan dilakukan pengawasan rutin oleh Samapta dan satuan fungsi lainnya, dengan memanfaatkan anggaran rutin Polri di luar alokasi operasi.
“Melalui program ini, masyarakat diharapkan dapat memberikan masukan tentang area-area yang memerlukan kehadiran pihak kepolisian, sehingga keberadaan personil bisa lebih terarah untuk memberikan rasa aman bagi pemudik,” jelasnya.
“Beberapa lokasi utama pos yang telah disiapkan meliputi Bandara, Pos Pam Guser, Pos Pam Pantai Amal, Pos Terpadu Tengkayu SDF, Pos Terpadu Ferry, dan Pos Terpadu Malundung,” imbuh Erwin.
Lebih lanjut, Erwin menjelaskan, selain menyiapkan 6 pos. Polres Tarakan juga akan mengerahkan 119 personil dan tambahan 79 personil dari berbagai instansi terkait.
“Dari Polres Tarakan sendiri, akan dikerahkan 119 personil, yang nantinya bekerja sama dengan 79 personil dari berbagai instansi terkait,” terangnya.
Selain keberadaan pos-pos fisik dan personil, kata dia, pengamanan juga akan didukung oleh personil tambahan dari Samapta menggunakan anggaran patrolinya. Upaya ini merupakan bagian dari strategi mendukung kelancaran arus mudik dan balik lebaran.
“Pos-pos tersebut akan mulai beroperasi pada 26 Maret hingga 8 April. Berdasarkan evaluasi dari pengalaman pengamanan Lebaran 2023 dan 2024, telah dilakukan analisis untuk mengantisipasi tantangan yang mungkin muncul. Namun demikian, dinamika situasi tetap harus menjadi perhatian utama,” tutur Erwin.
Selain itu, Erwin juga mengungkapakan, untuk sasaran pengamanan mencakup tempat, orang, kegiatan, benda, serta kebutuhan pokok masyarakat (sembako) dan BBM.
“Bersama dengan Satgas gabungan dan OPD terkait, polisi akan memantau ketersediaan barang kebutuhan tersebut serta kestabilan harga di pasar agar sesuai dengan HET (Harga Eceran Tertinggi),” katanya.
Sementara, Wali Kota Tarakan, Khairul mengatakan, ia melihat ini sebagai bentuk kesiapsiagaan bersama, khususnya dari TNI, Polri, dan Dinas Perhubungan, dalam menghadapi arus mudik dan balik.
“Tujuannya adalah menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat yang melakukan perjalanan, baik saat mudik maupun kembali setelah lebaran. Tadi juga kita sempat diskusi mengenai aspek keamanan di laut, karena akhir-akhir ini kerap terjadi kecelakaan di sana,” tuturnya.
“Beberapa waktu lalu ada kejadian speedboat terbakar, dan ini menjadi perhatian utama kita. Kalau di daratan, khususnya di Tarakan, selama ini tidak banyak masalah karena kondisi jalan yang memang tidak memungkinkan kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi. Namun risiko yang sering kita hadapi ada di laut,” lanjutnya.
Lantas Khairul menjelaskan, hal tersebut menjadi perhatian bersama, seperti yang disampaikan oleh Kapolres.
“Stakeholder yang berkaitan dengan aktivitas di laut, seperti Basarnas, Polair, BPBD, perlu melakukan kolaborasi khusus untuk mitigasi risiko ini,” pungkas Khairul.(RZ)
Discussion about this post