Nunukan— Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara bersama Dinas Perhubungan Provinsi dan kabupaten/kota terus mendorong transformasi digital sektor transportasi melalui Program Pelabuhan SIAP QRIS. Program ini bertujuan menciptakan ekosistem transaksi di kawasan pelabuhan yang lebih efisien, transparan, dan inklusif melalui penggunaan sistem pembayaran berbasis QRIS.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, jumlah penumpang speedboat di Kalimantan Utara mencapai sekitar 959 ribu orang, lebih tinggi dibanding jumlah penduduk Kalimantan Utara yang sebanyak 749 ribu jiwa. Kondisi tersebut menunjukkan pelabuhan memiliki peran strategis sebagai titik utama pengembangan ekosistem keuangan digital melalui implementasi QRIS.
Sebagai tindak lanjut, transformasi digital kembali diperluas melalui Soft Launching Pelabuhan Liem Hie Djung SIAP QRIS di Kabupaten Nunukan. Program ini menjadi langkah bersama dalam memperluas transaksi non-tunai serta mendukung modernisasi layanan transportasi dan kepelabuhanan.
Kabupaten Nunukan dinilai memiliki posisi strategis karena merupakan salah satu gerbang internasional Indonesia di wilayah utara Pulau Kalimantan yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan menjadi pusat perdagangan lintas batas.
Dalam implementasinya, Program Pelabuhan Liem Hie Djung SIAP QRIS melibatkan lima agen tiket serta seluruh owner speedboat sebagai pelaku utama dalam ekosistem transaksi. Program ini juga mendapat dukungan penuh dari sektor perbankan.
Ke depan, implementasi QRIS diharapkan dapat diperluas ke berbagai layanan kepelabuhanan lainnya sebagai bagian dari percepatan digitalisasi sistem pembayaran di Kalimantan Utara.
Sebagai otoritas sistem pembayaran, Bank Indonesia terus mendorong penggunaan QRIS sebagai standar pembayaran digital nasional yang mudah, cepat, aman, dan andal. Kehadiran QRIS di Pelabuhan Liem Hie Djung diharapkan memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat dalam melakukan pembayaran tiket speedboat dan layanan lainnya secara non-tunai.
Bank Indonesia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Nunukan, Dinas Perhubungan Provinsi dan Kabupaten, sektor perbankan, agen tiket, owner speedboat, serta seluruh pihak terkait atas dukungan dan sinergi dalam pelaksanaan program digitalisasi pelabuhan.(*)











Discussion about this post