Nunukan— Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara terus memperkuat digitalisasi sektor transportasi dan layanan publik melalui Program Pelabuhan SIAP QRIS. Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas penggunaan transaksi non-tunai di kawasan pelabuhan.
Inisiasi program dimulai sejak peluncuran DIGI-PORT bersama Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Utara pada September 2025. Melalui program tersebut, BPD Kaltimtara menyediakan layanan QRIS sebagai kanal pembayaran retribusi kepelabuhanan guna meningkatkan efisiensi dan transparansi transaksi.
Penguatan implementasi kemudian dilakukan melalui High Level Meeting TP2DD se-Kalimantan Utara yang menghasilkan komitmen seluruh kepala daerah untuk menyediakan alternatif pembayaran non-tunai pada layanan pelabuhan, baik untuk pembelian tiket penumpang maupun transaksi pendukung lainnya.
Pada Desember 2025, Pelabuhan Tengkayu I menjadi pelabuhan pertama yang melakukan soft launching implementasi digitalisasi pembayaran di Kalimantan Utara. Selanjutnya, pada 17 April 2026, soft launching Pelabuhan Kayan II juga dilaksanakan bersama Pemerintah Kabupaten Bulungan dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara sebagai bentuk komitmen penggunaan QRIS di ibu kota provinsi.
Upaya digitalisasi tersebut akan terus diperkuat melalui rencana Peresmian Pelabuhan SIAP QRIS se-Kalimantan Utara pada Juni 2026. Agenda ini menjadi simbol komitmen bersama dalam mendorong transformasi digital sektor transportasi dan layanan publik di wilayah Kalimantan Utara.
Bank Indonesia menilai kolaborasi antar pemangku kepentingan menjadi faktor utama dalam mendukung keberhasilan transformasi digital dan peningkatan kualitas layanan publik. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, sektor perbankan, pelaku usaha transportasi, dan masyarakat akan terus diperkuat guna memperluas implementasi QRIS di seluruh kawasan pelabuhan Kalimantan Utara.(*)











Discussion about this post