Rabu, 24 Juni 2026
suryaborneo.com
  • Home
  • Daerah
    • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Video
  • Opini
No Result
View All Result
suryaborneo.com
  • Home
  • Daerah
    • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Video
  • Opini
No Result
View All Result
suryaborneo.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
  • Video
  • Opini
Home Daerah Kaltara

Kontroversi “Pesantren” Jati Diri Bangsa: Antara Nama, Nilai, dan Masa Depan Pendidikan Multikultural di Kalimantan Utara

by Admin
04/05/2025
in Kaltara
A A
Kontroversi “Pesantren” Jati Diri Bangsa: Antara Nama, Nilai, dan Masa Depan Pendidikan Multikultural di Kalimantan Utara

Dr. Syamsuddin Arfah, M.Si

Baca Juga

Kapolres Tarakan Tinjau Pos Kamling di Selumit Pantai, Dorong Peningkatan Keamanan Lingkungan

Polres Tarakan Laksanakan Gerak Sehat Bersama Sambut Hari Bhayangkara ke-80 dan Dukung Sensus Ekonomi 2026

Sat Binmas Polres Tarakan Intensifkan Patroli Kampung Bebas dari Narkoba di Kelurahan Selumit Pantai

Oleh: Dr. Syamsuddin Arfah, M.Si

Di tengah arus globalisasi dan tantangan terhadap identitas generasi muda, Kalimantan Utara menawarkan satu inisiatif pendidikan berbasis nilai religius, kebangsaan, dan multikultural. Inisiatif ini dikenal sebagai Pusat Pendidikan Jati Diri Bangsa—atau apapun nama yang nantinya digunakan—yang jelas bukan dan tidak seharusnya menggunakan istilah “pesantren” secara kelembagaan, kecuali telah memenuhi persyaratan hukum yang sah sesuai Undang-Undang No. 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.

Berlokasi di Tanjung Palas (Kabupaten Bulungan) dan Desa Gunawan (Kabupaten Tanah Tidung), gagasan ini ditujukan sebagai model pendidikan karakter yang inklusif. Namun demikian, muncul kritik dan pertanyaan mendasar: apakah lembaga ini telah memiliki tujuan yang jelas, kurikulum yang tertata, pendanaan yang transparan, serta tenaga pendidik yang kompeten dan terverifikasi?

Bukan Masalah Nama, Tapi Kepastian Legal dan Nilai

Menggunakan istilah “pesantren” tanpa status hukum dan izin operasional resmi adalah kesalahan fatal, yang berpotensi membingungkan publik serta mencederai tradisi keislaman itu sendiri. Oleh karena itu, nama seperti “Pusat Pendidikan Jati Diri Bangsa” adalah alternatif yang lebih netral, inklusif, dan tidak melanggar kaidah regulasi maupun sensitivitas umat.

Ketegasan: Kurikulum Harus Jelas atau Ditunda Saja

Dalam setiap lembaga pendidikan, kurikulum adalah fondasi utama. Jika kurikulum belum tersusun dengan jelas, maka pendirian lembaga ini sepatutnya ditunda terlebih dahulu hingga tersedia kurikulum yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik dan ideologis. Pendidikan bukan eksperimen sosial. Ia menuntut arah, isi, dan integritas sejak awal.

Kejelasan Lokasi, Tujuan, dan Kelayakan Operasional

Lembaga ini telah didirikan di dua titik di Kalimantan Utara. Namun pendirian lokasi saja tidak cukup. Harus dipastikan bahwa:

Tujuan pendirian bukan sekadar simbolisasi toleransi, tetapi benar-benar mendidik generasi dengan akhlak, wawasan kebangsaan, dan tanggung jawab sosial.

Tenaga pendidik harus memiliki latar belakang yang valid, bukan hanya semangat, tapi juga ilmu dan metode.

Jumlah pengajar, metode pengajaran, dan bentuk evaluasi harus terstruktur dan terdokumentasi.

Rekrutmen peserta didik harus jelas: dari mana, berapa orang, dan dengan pendekatan seperti apa.

Pendanaan lembaga wajib transparan dan terverifikasi. Jika tidak jelas, maka izin operasional tidak boleh diberikan.

Pengawasan adalah Bagian dari Pendidikan

Pemerintah daerah, Kementerian Agama, Dinas Pendidikan, dan DPRD Kaltara harus hadir sebagai pengawas aktif. Pendidikan bukan hanya soal niat baik, tapi juga soal arah, kualitas, dan keberlangsungan. Jangan biarkan nama besar “pendidikan karakter” menjadi selubung dari program yang kabur atau tidak siap dijalankan.

Menuju Generasi Berjati Diri

Apa yang sedang dibangun ini sangat mulia: membentuk jati diri bangsa. Namun agar tidak berhenti pada slogan, maka ketegasan regulasi, kejelasan kurikulum, kepastian SDM, dan pengawasan tata kelola harus menjadi pilar utama. Jika semua itu terpenuhi, maka Kalimantan Utara bisa jadi percontohan nasional—bukan hanya dalam pendidikan multikultural, tetapi juga dalam integritas kebijakan publik.

Penulis adalah berlatar pendidikan Islam, pemimpin daerah, dan pemerhati pendidikan sosial-keagamaan di Kalimantan Utara.

Berita Lainnya

Kapolres Tarakan Tinjau Pos Kamling di Selumit Pantai, Dorong Peningkatan Keamanan Lingkungan

Kapolres Tarakan Tinjau Pos Kamling di Selumit Pantai, Dorong Peningkatan Keamanan Lingkungan

by Redaksi
06/22/2026
0

Tarakan – Dalam rangka meningkatkan peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan, Kapolres Tarakan AKBP Erwin S. Manik,...

Polres Tarakan Laksanakan Gerak Sehat Bersama Sambut Hari Bhayangkara ke-80 dan Dukung Sensus Ekonomi 2026

Polres Tarakan Laksanakan Gerak Sehat Bersama Sambut Hari Bhayangkara ke-80 dan Dukung Sensus Ekonomi 2026

by Redaksi
06/21/2026
0

Tarakan- Dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, Polres Tarakan bersama Pemerintah Kota Tarakan dan Badan...

Sat Binmas Polres Tarakan Intensifkan Patroli Kampung Bebas dari Narkoba di Kelurahan Selumit Pantai

Sat Binmas Polres Tarakan Intensifkan Patroli Kampung Bebas dari Narkoba di Kelurahan Selumit Pantai

by Redaksi
06/21/2026
0

Tarakan - Dalam upaya menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika, personel Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas)...

Hasan Saleh Serap Aspirasi Pelaku Usaha Perikanan di Tarakan, Soroti Regulasi Ekspor yang Dinilai Tak Lagi Relevan

Hasan Saleh Serap Aspirasi Pelaku Usaha Perikanan di Tarakan, Soroti Regulasi Ekspor yang Dinilai Tak Lagi Relevan

by Redaksi
06/21/2026
0

TARAKAN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Hasan Saleh, menggelar Sosialisasi dan Dialog Bersama Pelaku Usaha Perikanan...

Lomba Domino Meriahkan HARI Bhayangkara ke-80 di Polsek Tarakan Utara

Lomba Domino Meriahkan HARI Bhayangkara ke-80 di Polsek Tarakan Utara

by Redaksi
06/20/2026
0

Tarakan- Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polsek Tarakan Utara menggelar Lomba Domino (Gaple) yang berlangsung di halaman...

Wali Kota Tarakan Ikuti Wawancara Sensus Ekonomi BPS

Wali Kota Tarakan Ikuti Wawancara Sensus Ekonomi BPS

by Redaksi
06/20/2026
0

TARAKAN – Wali Kota Tarakan, Khairul, mengikuti wawancara pendataan dalam rangka pelaksanaan Sensus Ekonomi yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik...

Next Post
Sempat Jadi DPO, Satu Pelaku Pengeroyokan Saat Balap Lari Ditangkap Polisi   

Sempat Jadi DPO, Satu Pelaku Pengeroyokan Saat Balap Lari Ditangkap Polisi  

Antisipasi Lonjakan Pengunjung di Pantai Amal, Kapolres Cek Pos Pelayanan Ops Ketupat Kayan 2025

Antisipasi Lonjakan Pengunjung di Pantai Amal, Kapolres Cek Pos Pelayanan Ops Ketupat Kayan 2025

Arus Balik Lebaran: 1.272 Penumpang Tiba di Bandara Juwata Tarakan

Arus Balik Lebaran: 1.272 Penumpang Tiba di Bandara Juwata Tarakan

Discussion about this post

Terlaris

Kapolres Tarakan Tinjau Pos Kamling di Selumit Pantai, Dorong Peningkatan Keamanan Lingkungan

Kapolres Tarakan Tinjau Pos Kamling di Selumit Pantai, Dorong Peningkatan Keamanan Lingkungan

06/22/2026
Polres Tarakan Laksanakan Gerak Sehat Bersama Sambut Hari Bhayangkara ke-80 dan Dukung Sensus Ekonomi 2026

Polres Tarakan Laksanakan Gerak Sehat Bersama Sambut Hari Bhayangkara ke-80 dan Dukung Sensus Ekonomi 2026

06/21/2026
Sat Binmas Polres Tarakan Intensifkan Patroli Kampung Bebas dari Narkoba di Kelurahan Selumit Pantai

Sat Binmas Polres Tarakan Intensifkan Patroli Kampung Bebas dari Narkoba di Kelurahan Selumit Pantai

06/21/2026
Hasan Saleh Serap Aspirasi Pelaku Usaha Perikanan di Tarakan, Soroti Regulasi Ekspor yang Dinilai Tak Lagi Relevan

Hasan Saleh Serap Aspirasi Pelaku Usaha Perikanan di Tarakan, Soroti Regulasi Ekspor yang Dinilai Tak Lagi Relevan

06/21/2026
suryaborneo.com

© 2024 www.suryaborneo.com

Tentang Kami

  • Home
  • Iklan & Advetorial
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan

Ikuti Kami

error: Konten dikunci !!
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
    • Kaltara
    • Tarakan
    • Bulungan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Nasional
  • Internasional
  • Rubrik
    • Hukum & Kriminal
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pariwisata
    • Pendidikan
    • Olahraga
  • Video
  • Opini

© 2024 www.suryaborneo.com